SMP Negeri 1 Pameungpeuk kembali menyelenggarakan kegiatan Siraman Rohani yang diikuti oleh seluruh peserta didik sebagai bagian dari program pembinaan karakter melalui ekstrakurikuler Rohis (Kerohanian Islam Siswa). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan SMP Negeri 1 Pameungpeuk pada Jumat (24/7) ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus meningkatkan literasi dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.
Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan penuh kekhusyukan oleh Sefila Maha Putri dari kelas IX-C. Lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut menambah suasana religius sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pada kesempatan tersebut, materi siraman rohani disampaikan oleh Bapak Yoga Prasetyo Soempeno, S.Kom., S.Pd. dengan tema “Beli Karena Butuh atau Karena Ikut-ikutan? Panduan Islam Menghadapi FOMO dan Belanja Impulsif.”
Dalam ceramahnya, beliau mengajak peserta didik untuk lebih bijak menyikapi perkembangan teknologi dan media sosial yang saat ini sangat memengaruhi pola pikir serta gaya hidup remaja. Salah satu fenomena yang banyak terjadi adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal tren sehingga mendorong seseorang membeli barang atau mengikuti sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan demi pengakuan sosial atau sekadar mengikuti teman.
Beliau menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, bersikap qana’ah (merasa cukup), serta menghindari perilaku berlebih-lebihan (israf). Setiap muslim hendaknya mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, berpikir sebelum membeli, serta menjadikan manfaat sebagai pertimbangan utama dalam setiap keputusan.
“Jangan sampai kita membeli sesuatu hanya karena semua orang memilikinya. Ukuran kebahagiaan seorang muslim bukanlah banyaknya barang yang dimiliki, tetapi bagaimana ia mampu mensyukuri nikmat Allah dan menggunakan hartanya pada hal-hal yang bermanfaat. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: apakah ini benar-benar saya butuhkan, atau hanya karena ingin terlihat mengikuti tren? Orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya adalah pribadi yang kuat, dan itulah karakter yang harus dimiliki generasi muda Islam di era digital.”, tegasnya.
Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan interaktif. Para peserta didik mengikuti materi dengan antusias, menyimak setiap penjelasan, serta aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman bahwa karakter yang baik tidak hanya tercermin dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri, mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan teknologi secara positif.
Baca juga: BEM FPIK Universitas Padjadjaran Selenggarakan Ocean Explorer Day 2026 di SMP Negeri 1 Pameungpeuk
Kegiatan Siraman Rohani merupakan salah satu program rutin ekstrakurikuler Rohis SMP Negeri 1 Pameungpeuk yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia kepada peserta didik. Sekolah berharap melalui pembinaan yang berkesinambungan, peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang religius, berintegritas, cerdas dalam menghadapi perkembangan zaman, serta senantiasa menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Tim Humas
Dokumentasi: Andita Aulia Ramdhani (OSIS SMPN 1 Pameungpeuk)
