(Pameungpeuk) — Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Pameungpeuk berlangsung meriah dan edukatif. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan perkenalan seluruh kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) SMP Negeri 1 Pameungpeuk, kemudian dilanjutkan dengan materi Literasi Digital dan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif).
Kegiatan pembuka diawali dengan pengenalan berbagai ekstrakurikuler yang tersedia di SMP Negeri 1 Pameungpeuk. Setiap ekskul diberikan kesempatan untuk memperkenalkan program, prestasi, serta manfaat yang dapat diperoleh peserta didik melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut.
Suasana semakin semarak dengan penampilan dari masing-masing ekstrakurikuler yang menampilkan bakat, keterampilan, dan kreativitas para anggotanya. Berbagai atraksi dan demonstrasi ditampilkan untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta didik baru mengenai aktivitas yang dapat mereka pilih sesuai minat dan bakat masing-masing.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap peserta didik baru dapat mengenali potensi dirinya sejak dini sekaligus termotivasi untuk aktif mengikuti kegiatan pengembangan diri di luar pembelajaran intrakurikuler. Ekstrakurikuler menjadi salah satu wadah penting dalam membentuk karakter, mengembangkan keterampilan sosial, serta meraih prestasi akademik maupun nonakademik.
Pada jam pelajaran ke-4, kegiatan MPLS dilanjutkan dengan materi Literasi Digital yang berfokus pada pencegahan judi online. Peserta didik mengikuti pemutaran film pendek berjudul “Kemenangan Sejati” yang mengangkat bahaya praktik perjudian daring di kalangan masyarakat.
Sebelum pemutaran film, guru memberikan pengantar mengenai berbagai bentuk ancaman digital yang sering muncul di internet dan media sosial. Peserta didik juga diajak berdiskusi melalui pertanyaan pemantik mengenai pengertian judi online, faktor yang menyebabkan seseorang terjerumus, serta dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan keluarga.
Setelah menyaksikan film, peserta didik mengikuti sesi diskusi dan refleksi. Mereka diajak mengidentifikasi berbagai faktor pemicu judi online, seperti keinginan memperoleh keuntungan instan, pengaruh lingkungan, rasa penasaran, hingga rendahnya literasi digital. Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa judi online dapat menimbulkan kerugian finansial, gangguan psikologis, konflik keluarga, serta menghambat masa depan seseorang.
Materi Literasi Digital kemudian dilanjutkan dengan Kampanye 3S (Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break). Peserta didik dikenalkan pada pentingnya mengelola waktu penggunaan gawai secara sehat, memilih lingkungan yang tepat saat menggunakan perangkat digital, serta membiasakan jeda dari layar untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Selanjutnya, pada jam pelajaran ke-5, peserta didik memperoleh materi Pencegahan Isu NAPZA melalui kegiatan bertajuk “Kenali, Pahami, Jauhi”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai jenis-jenis NAPZA, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan dan masa depan, serta membangun keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.
Pembelajaran diawali dengan permainan edukatif “Mitos atau Fakta?” yang mengajak peserta didik membedakan informasi yang benar dan keliru seputar NAPZA. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pemahaman bahwa penyalahgunaan NAPZA dapat dimulai sejak usia remaja dan memiliki dampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta didik juga menyaksikan film pendek “Milenial Anti Narkoba” yang diproduksi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Film tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk pengaruh negatif.
Baca juga: Hari Kedua MPLS SMPN 1 Pameungpeuk: Bangun Generasi Sehat, Tangguh, dan Siaga Bencana
Sebagai penutup, peserta didik mengikuti kegiatan refleksi dan komitmen bersama. Mereka menuliskan pesan-pesan penolakan terhadap NAPZA, seperti “Aku Sayang Diriku” dan “Hidup Sehat Tanpa NAPZA”, kemudian menempelkannya pada Pohon Komitmen Bersama yang telah disiapkan oleh guru. Kegiatan ini menjadi simbol tekad peserta didik untuk menjaga diri, menjaga teman, dan mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat serta bebas dari penyalahgunaan NAPZA.
Melalui rangkaian kegiatan hari ketiga MPLS Ramah, SMP Negeri 1 Pameungpeuk tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler, kecakapan literasi digital, serta kesadaran untuk menjauhi berbagai perilaku berisiko. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
***
Kontributor: Yoga Prasetyo Soempeno, S.Kom., S.Pd.
