Oleh: Yoga Prasetyo Soempeno, S.Kom., S.Pd.
A. Pendahuluan
Bahasa Indonesia memiliki materi pembelajaran puisi yang tidak hanya menuntut peserta didik memahami isi dan unsur puisi, tetapi juga mampu menyampaikan puisi melalui kegiatan deklamasi.
Deklamasi berasal dari bahasa Latin declamare atau declaim, yang berarti membaca atau menyampaikan karya sastra berbentuk puisi dengan menggunakan lagu, ekspresi, dan gerak tubuh sebagai alat bantu. Gerakan tersebut harus mendukung isi dan suasana puisi sehingga penyampaian menjadi lebih ekspresif dan bermakna.
Pada pembelajaran mendeklamasikan puisi sebelumnya, peserta didik belum menunjukkan kemampuan yang maksimal. Beberapa faktor memengaruhi kondisi tersebut. Peserta didik masih kurang percaya diri saat membaca puisi, belum memahami isi puisi secara mendalam, dan kurang yakin terhadap kemampuan mereka. Selain itu, guru belum menggunakan media pembelajaran inovatif secara optimal sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Berdasarkan kondisi tersebut, penulis menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan memanfaatkan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yaitu Google Form, Quizizz, dan YouTube.
Penerapan pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena memberikan pengalaman positif bagi peserta didik maupun pendidik. Pendidik tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi, tetapi juga merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta menjadi fasilitator selama proses pembelajaran.
Guru menerapkan PjBL berbantuan media TIK dalam pembelajaran mendeklamasikan puisi di kelas VIII SMP Negeri 1 Pameungpeuk. Melalui pembelajaran ini, peserta didik aktif berlatih, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, dan bekerja sama untuk menghasilkan karya.
B. Pembahasan
Tantangan dalam Pembelajaran
Tantangan utama dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah memastikan kesiapan peserta didik, menyiapkan media yang sesuai, serta menumbuhkan semangat peserta didik agar aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan ini melibatkan peserta didik, pendidik yang merupakan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), dosen, guru pamong, dan rekan sejawat yang membantu pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Untuk mempersiapkan pembelajaran, pendidik mencari berbagai rujukan mengenai model pembelajaran melalui internet, buku, dan diskusi dengan sesama pendidik. Pendidik juga berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana serta pendidik lain yang menggunakan proyektor. Koordinasi tersebut membantu guru mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pembelajaran.
Penerapan Model PjBL Berbantuan Media TIK
Model Project Based Learning (PjBL) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam menyelesaikan proyek pembelajaran. Dalam kegiatan mendeklamasikan puisi, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga bekerja sama memahami puisi, mempersiapkan penampilan, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok.
Pemanfaatan media TIK seperti Google Form, Quizizz, dan YouTube membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Media tersebut juga memberikan variasi kegiatan sehingga peserta didik tidak hanya menerima materi secara konvensional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan memahami isi puisi, mengolah ekspresi, menggunakan gerak tubuh yang sesuai, serta meningkatkan keberanian ketika tampil di depan orang lain.
Hasil dan Dampak Pembelajaran
Penerapan model PjBL berbantuan media TIK memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian sikap, aspek kerja sama menunjukkan rata-rata skor 3,71. Sebanyak 9 peserta didik memperoleh skor 3 dan 27 peserta didik memperoleh skor 4.
Pada aspek tanggung jawab, peserta didik mencapai rata-rata skor 3,91. Sebanyak 2 peserta didik memperoleh skor 3, sedangkan 34 peserta didik memperoleh skor 4.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu menunjukkan sikap kerja sama dan tanggung jawab secara konsisten selama kegiatan pembelajaran.
Respon peserta didik terhadap penerapan PjBL berbantuan media TIK juga sangat positif. Peserta didik merasakan perbedaan dibandingkan dengan pengalaman belajar sebelumnya. Penggunaan media yang bervariasi membuat kegiatan pembelajaran terasa lebih menarik dan membantu peserta didik mengikuti proses pembelajaran.
Pada penilaian keterampilan melalui unjuk kerja, 36 peserta didik yang terbagi dalam 5 kelompok menunjukkan hasil yang sangat baik. Seluruh kelompok memenuhi keempat indikator penilaian dengan sangat baik.
Hasil diskusi dan presentasi juga menunjukkan bahwa seluruh kelompok mampu memenuhi indikator penilaian dengan sangat baik. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan mempertanggungjawabkan hasil kerja kelompok.
C. Kesimpulan
Penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media TIK dalam pembelajaran mendeklamasikan puisi mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta didik.
Antusiasme peserta didik terlihat selama proses pembelajaran, terutama ketika mereka menyelesaikan tugas kelompok dan mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pada akhir pembelajaran, peserta didik menyampaikan melalui kegiatan refleksi bahwa mereka menikmati proses pembelajaran, tertarik pada media yang guru gunakan, dan lebih mudah memahami materi.
Pembelajaran berbasis proyek juga memberikan ruang kepada peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat dalam proses memahami, merencanakan, bekerja sama, menyelesaikan tugas, dan mempresentasikan hasil pembelajaran.
Kemampuan pendidik dalam memilih dan menerapkan model, metode, serta media pembelajaran yang sesuai sangat menentukan keberhasilan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran penting bahwa pendidik perlu terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam merancang kegiatan pembelajaran. Pemilihan model dan media yang tepat dapat membantu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
D. Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Pusat Perbukuan. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Pusat Perbukuan. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII.
Anggraena, Yogi, dkk. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Sari, D. N., Sutikno, & Masturi. (2015). Pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kreativitas siswa melalui elektroskop sederhana. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal) SNF 2015, Vol. IV, No. 2, hlm. 19–24.
Catatan Publikasi
Penulis menayangkan artikel ini di Kompasiana pada 7 Maret 2024 sebelum memuatnya kembali di website resmi SMP Negeri 1 Pameungpeuk. Untuk publikasi di website tersebut, penulis menyunting tata bahasa, struktur, dan format penyajian agar sesuai dengan standar publikasi Karya Guru.
Baca Juga Karya Guru Lainnya
Temukan tulisan, pengalaman pembelajaran, gagasan, dan karya inspiratif lainnya dari guru SMP Negeri 1 Pameungpeuk pada halaman Karya Guru.
